by

Kementerian PUPR Resmi Mulai Bangun 9 Gedung Universitas Okmin Papua Tahun Ini

JAYAPURA, OKMINTV.COM —Setelah diundur setahun, Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya pada tahun 2024 ini akhirnya mulai membangun gedung kampus Universitas Okmin Papua (UOP) di Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan.

“Setelah MoU dengan Rektor Universitas Okmin kemarin, saya melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan kampus di Distrik Serambakon untuk memastikan progress penyiapan lahan. Jadi saat ini sedang penataan lokasi untuk membangun 9 gedung meliputi 2 gedung fakultas, 1 gedung rektorat, 1 gedung perpustakaan, dan 4 unit perumahan dosen sudah siap 90 persen dan tak lama lagi akan dimulai dibangun,” kata Bupati Spei Bidana kepada papuabangkit.com, Kamis, 22 Februari 2024.

banner 336x280

Menurut Bupati Spei, untuk membangun kesembilan gedung ini dibutuhkan anggaran sekitar Rp 60-an miliar dari dana APBN melalui Kementerian PUPR. Targetnya, sesuai kontrak kerja, semua gedung ini akan rampung pada September 2024 mendatang.

“Ini kabar gembira bagi para mahasiswa Universitas Okmin yang sedang kuliah maupun masyarakat terutama adik-adik SMA di Pegunungan Bintang yang akan bergabung nanti. Tahun ini kampus kalian akan berdiri permanen,” tutur Bupati Spei.

Spei menegaskan, terobosan membangun Universitas Okmin di tengah isolasi daerah akibat minimnya transportasi dan mahalnya biaya, hanya dilakukan orang-orang visioner yang dianggap ‘gila.’ Sebab bagi kebanyakan orang, ini pekerjaan yang mustahil.

“Kita minus transportasi, minus pendidikan, minus sarana prasarana. Jadi sampai bisa bangun universitas seperti ini bukan hal yang mudah. Jangankan di Pegunungaan Bintang, di Jayapura saja dari dulu orang Katolik mau bangun Universitas Katolik tapi tidak jadi-jadi juga. Atau orang Biak mau bangun Universitas Kamasan juga sama, belum jadi juga. Jadi kalau ada orang yang pesimis, bagi saya tidak ada masalah karena itu akibat keterbatasan pemahamannya,” tegasnya.

Lulusan Magister Pengelolaan Lingkungan, Fakultas Geografi UGM Yogyakarta 2023 ini menambahkan, masyarakat Pegunungan Bintang harusnya bersyukur bahwa sekalipun UOP adalah universitas swasta, namun bisa dibangun dengan uang negara melalui Kementerian PUPR.

“Perjuangan saya dan semua tim untuk lobi dana ke kementerian akhirnya berhasil. Mungkin pemerintah merasa iba dengan kondisi sarana dan prasarana pendidikan di wilayah kita yang sangat terisolir dan terpencil. Ini wujud kehadiran negara, bukti nyata perhatian Pemerintah Indonesia bagi daerah perbatasan, terpinggirkan, terisolir dan tertinggal. Oleh karena itu, saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas bantuan ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Spei juga mengatakan, Universitas Okmin Papua (UOP) di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan memiliki prospek yang menjanjikan ke depan dalam berbagai sektor oleh karena letaknya yang strategis di perbatasan RI-Papua New Guinea (PNG).

Didirikan sejak 17 Agustus 2023, universitas ini kini memiliki 738 mahasiswa yang tersebar di dua fakultas dan lima program studi yakni Fakultas Antropologi dan Sosial Sains meliputi Program Studi Antopologi dan Pendidikan Bahasa Inggris; dan Fakultas Sains, Matematika dan Agroteknologi yang mencakup Program Studi Biologi, Pendidikan Matematika, dan Agroteknologi.

Di tahun 2024 ini, Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya siap membangun 9 gedung kampus bagi UOP menelan anggaran Rp 60-an miliar.

Menurut Spei, dirinya ingin menjadikan lembaga pendidikan ini sebagai sarana membangun diplomasi lunak (soft diplomacy) antara Pemerintah Indonesia dan negara tetangga PNG. Sebab ke depan, akan ada banyak mahasiswa-mahasiswi dari PNG di wilayah perbatasan Pegubin yang datang berkuliah di UOP.

“Akses pendidikan di PNG kan sangat terbatas dibandingkan dengan kita. Dari bagian Utara mulai dari Wewak naik ke Aitape, turun ke Vanimo, sampai ke Telepomin di Pegunungan Bintang, semua rata-tata tak ada lembaga perguruan tinggi. Universitas hanya ada di Port Moresby dan Medeng. Jadi saudara kita di PNG akan terbantu dengan kehadiran Universitas Okmin ini. Saat ini, sudah ada puluhan mahasiswa sedang kuliah di sini,” kata Spei.

Laporan: (Gusty Masan Raya)

banner 336x280

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *