by

Saatnya Bintuni Butuh Pemimpin Dari Kalangan Profesional

Catatan Redaksi: Okmin TV

Ditengah situasi ekonomi dan sosial politik tanah air khususnya di tanah Papua yang kian “panas” akibat berbagai kebijakan pemerintah yang terus-menerus diprotes rakyat akibat banyak hal yang di abaikan pemerintah, barangkali figure pemimpin yang datang dari kalangan professional juga patut diperhitungkan. Alasannya sederhana saja, bahwa kebanyakan mereka yang datang dari kalangan professional cenderung mengabdikan diri dengan kapasitas, kemampuan dan skil yang telah teruji dan tidak terlalu berkompromsi politik yang tidak sehat. Mereka bekerja dengan pengalaman dan jaringan yang sudah teruji baik di Tingkat local, nasional maupun internasional.

banner 336x280

Benyamin Yodokus Inanosa, yang lahir di Bintuni tanggal 08 Desember 1973, anak dari pasangan Falentinus Inanosa dan Baseba Way ini adalah Putera terbaik yang hari ini bisa dibilang berani tampil di panggung politik dengan latarbelakang profesionalitas yang dimilikinya. Barangkali ini menjadi pertimbangan matang elit partai dan seluruh elemen Bintuni terhadap Putera Asli Papua ini.

Sekilas bincang-bicang dengan dirinya dalam satu perjalanan bersama tim okmin tv di Jakarta pada pekan lalu, banyak hal yang ia sampaikan terkait situasi politik, ekonomi, sosial, Pendidikan, yang erat kaitannya dengan bagaimana keberanian dan sikap politik kepala daerah itu harus ditunjukan sebagai bentuk keberpihakannya kepada rakyat. Pemimpin, kata Benyamin bukanlah jabatan yang harus disanjung-sanjung, melainkan sebagai pelayan rakyat. Bukan sebaliknya menjadi pemimpin untuk menunjukan kelebihan hata dan kekayaan kepada rakyat. Konsop pemimpin tidak seperti itu kata Putera Bintuni ini.

“Ini bukan soal sekedar mengejar jabatan, dan bukan juga sekedar ingin menunjukan kebolehannya dalam politik, tetapi kita harus sadar dalam diri bahwa ingin menjadi pesuruh rakyat. Siap untuk ikut apa yang rakyat inginkan”, begitu salah satu intisari perbincangan yang dapat diambil dari alumni SMA Negeri 1 Manokwari itu.

Menyinggung soal situasi politik dan ekonomi yang dialami rakyat, khususnya di Kabupaten Bintuni, spontan lulusan Universitas Cenderawasi Fakultas Pertanian itu mengatakan, situasi politik tidak begitu baik-baik saja dalam konteks menata ekonomi daerah. Meski demikian, berlatarbelakang professional dan punya pengalaman, ia yakin kalau semua hal bisa dilakukan untuk rakyat, dengan catatan kerja yang professional, teruji dan benar-benar kebijakan politik mengarah kepada rakyat. Itu salah satu Solusi yang ditawarkan jika politik di Bintuni akhirnya mengarah kepada dirinya sebagai salah satu Putera Bintuni yang berani tampil hari ini.

Ada hal yang menarik dari sosok Tenaga Ahli Bidang Bisnis dan Perencanaan Bagian Perekonomian Daerah Kabupaten teluk Bintuni pada 2020 –2021 ini, bahwasanya, Bintuni saat ini butuhkan figure alternatif, figure yang berani melakukan terobosan yang nyata dan tidak ada lagi istilah manufer-manufer politik yang selalu mengabaikan aspirasi rakyat.

“Kita butuhkan kejujuran untuk melayani rakyat. Rakyat juga sudah jenuh dengan perilaku politik kita. Karena itu bagi saya jika ini adalah kesempatan, maka Tuhan akan berikan jalan terbaik. Manusia merencanakan, tetapi Tuhan yang memberi semuanya”, ungkap lulusan Program Pasca Sarja Jurusan Ilmu Kehutanan Universitas Papua Tahun 2021 itu.

Berbicara tentang Nasib Bintuni dalam konteks pilkada serentak November nanti, ia menjelaskan kalau saat ini dirinya dengan tim memang sedang berupaya melakukan lobi-lobi di beberapa partai politik guna memperoleh rekomendasi untuk ikut dalam pilkada. Kegiatan inipun berjalan seadanya dengan bermodalkan keberanian, dan konsep bagaimana Bintuni lebih baik kedepannya. Itu yang dilakukan. Dengan begitu, pendukung dan simpatisan di daerah diharapkan tetap bersabar dalam kepentingan besar yang sedang diperjuangkan.

“Kita inginkan politik berpihak kepada mereka yang memiliki gagasan, konsep dan pro terhadap rakyat. Selebihnya kita menantang apakah partai berani mengambil sikap atau tidak kepada pikiran atau konsep yang kami tawarkan ini”, jujur Benyamin Yodokus Inanosa.

 

Editor/Penulis: Fren Lutrun

banner 336x280

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending