JAKARTA – Kementerian HAM RI melakukan pendampingan terhadap pemenuhan HAM bagi sejumlah korban yang berada di Jawa Barat. Tidak saja di Jabar, tetapi beberapa Langkah sedang di tempuh di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Tenaga Ahli Kementerian Ham RI Bidang Human Trafficking dan HAM Berat, Gabriel Goa kepada media ini senin (10/03) mengatakan, ia bersama Tenaga Ahli Bidang Rekonsiliasi Wempy Wale, Analis Pelayanan Ham, Marlan Parakas, Rio dan Vickry selaku Staf Pelayanan Kemenham melakukan pengawasan pemenuhan Ham Korban yang dimulai dari NTT hingga Jawa Barat terkait perkara TPPO 13 Korban asal Jawa Barat dengan modus operandi eksploitasi seksual antar Daerah Jawa Barat ke Maumere, Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Pihak Kementerian Ham RI mengawal ketat atas Kesehatan, Pendampingan Psikologis, Pendampingan Rohani, Pendampingan Hukum hingga Program Reintegrasi dan Pendampingan Korban Menjadi Penyintas.
Bukti keseriusan Kementerian Ham RI itu salah satunya menugaskan Tenaga Ahli melakukan pengawasan pemenuhan Ham Korban mulai dari NTT hingga Jawa Barat. Hasil pengawasan KemenHam yang wajib ditindaklanjuti adalah, pertama, mendesak Bupati Sikka bersama Dinas Kesehatan dan RS Hillers di Sikka segera melakukan pemenuhan Ham atas Kesehatan para Pekerja Perempuan di 34 Pub di Sikka dengan rekam medis lengkap untuk memastikan mereka bebas dari Penyakit Menular Seksual (PMS) dan HIV/AIDS.
“Ya, Jika ada yang terpapar PMS dan Positif HIV/AIDS maka segera mendapatkan Pemenuhan Ham atas pelayanan kesehatan. Kedua, mendesak Gubernur Jabar dan Bupati-Bupati asal Korban TPPO yakni Cianjur, Purwakarta, Karawang, Indramayu, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung serius pemenuhan Ham atas Kesehatan, Pelayanan Psikologis, Pelayanan Rohani, Penegakan Hukum TPPO dan Program Reintegrasi serta mendampingi Korban menjadi Penyintas Anti Human Trafficking. Ketiga, mendesak Kapolri dan Kejaksaan Agung untuk serius melakukan penegakan hukum TPPO hingga Putusan Pengadilan Berkekuatan Hukum Tetap” kata Gabriel Goa, Tenaga Ahli Kementerian Ham RI Bidang Human Trafficking dan HAM Berat. (team)












