Semarang, [Okmintv.com] – Memasuki hari kedua pelaksanaan pemantauan Pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) pada arus Mudik 2026, tim Tenaga Ahli Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik strategis di Jawa Tengah, Sabtu (14/03). Kegiatan ini bertujuan memastikan para pemudik memperoleh pelayanan yang aman, nyaman, inklusif, serta berperspektif HAM.
Kunjungan pertama dilakukan di Pos Pelayanan Terpadu Gerbang Tol Kali Kangkung. Rombongan diterima oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. Latif Usman, S.I.K., M.Hum., didampingi Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, M. Pratama Adhyasastra. Dalam paparan kesiapan pengamanan mudik bertajuk “Mudik Aman Keluarga Bahagia”, Ditlantas Polda Jateng menampilkan simulasi sistem CB Gate Tol Kali Kangkung serta rekayasa arus lalu lintas yang disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Direktur Lalu Lintas M. Pratama Adhyasastra menjelaskan berbagai inovasi pelayanan yang disiapkan, termasuk aplikasi chatbot SIPOLAN yang menyediakan informasi jalur mudik, rekayasa lalu lintas, jalur alternatif, hingga bantuan kepolisian. Selain itu, setiap pos layanan juga dilengkapi fasilitas ramah keluarga.
“Kami berupaya memberikan keamanan, kenyamanan, serta mengurangi risiko bagi para pemudik. Di setiap pos layanan juga tersedia ruang laktasi dan area bermain anak,” jelasnya.
Tenaga Ahli Menteri Bidang Pendampingan dan Konsultasi Hukum, Organisasi dan Tata Laksana, Veri Kusuma, menegaskan bahwa mudik merupakan bagian dari hak masyarakat yang harus dipenuhi negara. “Mudik merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia. Karena itu, hak para pemudik harus dipenuhi agar perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan inklusif. Inovasi pelayanan yang diberikan menjadi terobosan penting dalam pemenuhan HAM bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Bidang Human Trafficking dan HAM Berat, Martinus Gabriel Goa, menyampaikan apresiasi kepada aparat yang bertugas di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi seluruh petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemenuhan HAM tidak hanya bagi pemudik, tetapi juga bagi personel yang bertugas,” katanya.
Wakil Kepala Polda Jawa Tengah, Brigjen Pol. Latif Usman, menegaskan komitmen institusinya dalam menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik yang melintasi wilayah Jawa Tengah.
“Kami berkomitmen penuh memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pemudik yang melintas di Jawa Tengah,” tegasnya.
Usai paparan, tim melakukan pemantauan langsung ke Pos Pengamanan, termasuk layanan kesehatan yang bekerja sama dengan Puskesmas Karangmalang.
Kunjungan kedua dilaksanakan di Posko Terpadu Dinas Perhubungan Kota Semarang. Posko ini mengintegrasikan berbagai unsur pelayanan, mulai dari pemantauan lalu lintas, penanggulangan bencana, keamanan dan ketertiban masyarakat, transportasi, kesehatan, energi, infrastruktur, hingga komunikasi dan informatika.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Bekora Seputranto, menyampaikan adanya program Balik Rantau Gratis yang ramah kelompok rentan.“Program ini juga menyediakan fasilitas khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas, termasuk pendamping bagi yang membutuhkan,” jelasnya.
Dari unsur kepolisian, Kepala Seksi Pengaturan, Penjagaan, dan Patroli Direktorat Samapta Polda Jateng, Ali Mustofa, S.T., M.M., menegaskan bahwa keamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama selama musim mudik. “Untuk memberikan kenyamanan para pemudik, situasi kamtibmas terus dijaga melalui Operasi Pekat dan Operasi Ketupat,” ungkapnya.
Tim kemudian melanjutkan diskusi dengan para penanggung jawab pos mengenai ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), stabilitas harga bahan pokok, serta kondisi infrastruktur jalan.
Pemantauan hari kedua ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan arus mudik tidak hanya lancar secara teknis, tetapi juga memenuhi prinsip penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan Hak Asasi Manusia bagi seluruh masyarakat. (team)












