Pegubin, (OKMINTV.COM)— Langkah Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana untuk menjaga nilai-nilai budaya terus terjaga dan dirawat generasi Papua menjadi pripritas yang terus dilakukan, salah satunya dengan menjadikan sekolah sebagai basis utama menjaga budaya dan lingkungan. Hal ini ini mendukung tercapainya visi pemerintahan lima tahun kedepan sekaligus sinergitas yang tepat dengan kebijakan pemerintah pusat Dimana aspek lingkungan dan budaya harus tetap dijaga.
Bupapti Spei secara resmi mengunjungi SMP Negeri II Okpol pada Jumat (6/3) sekaligus kunjungan itu dirinya mencanangkan sekolah ini sebagai Pusat Inovasi Berbasis Budaya dan Lingkungan yang berpusat di wilayah Kukuperib, dengan dukungan dari SD Kukuperib.
Dalam sambutannya, Ia menegaskan pentingnya integrasi bahasa daerah dalam proses pembelajaran serta menginspirasi anak-anak untuk berkontribusi bagi daerah melalui budaya, seni, dan inovasi. Beliau juga menyerahkan buku karya antropolog Papua yang akan menjadi dasar panduan dalam pengembangan pendidikan berbasis budaya dan lingkungan di wilayah ini.
“Kita akan kembangkan konsep sekolah inovasi ini dengan memperhatikan dua aspek utama: budaya dan lingkungan. Untuk bidang kebudayaan, buku yang disumbangkan ini bukan hanya ditujukan untuk anak-anak, tetapi harus bisa diakses dan dibaca oleh seluruh masyarakat. Sedangkan untuk lingkungan, akan ada dukungan dari badan internasional yang fokus pada pelestarian alam, ekosistem, serta hubungan sinergis antara manusia dengan lingkungannya,” ujar Bupati.

Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa internasional seperti Inggris dan Prancis, mengingat Kabupaten Pegunungan Bintang berada di depan gerbang kawasan Melanesia. Rencana pengembangan lainnya meliputi pembangunan serbatorium tanaman asli yang akan diawasi oleh dosen Papua, serta kunjungan rutin Dokter Janet dari Pegunungan pada bulan depan untuk mendukung program kesehatan dan pendidikan lingkungan.
Bupati menyampaikan bahwa SMPN 2 Okpol akan dibangun menjadi pusat literasi, dengan rencana pembangunan perpustakaan dan fasilitas komputer yang akan terealisasi pada tahun 2027. Upaya pelestarian budaya juga akan diperkuat melalui pengembangan batik daerah, mengingat Kabupaten Pegunungan Bintang memiliki 43 motif batik yang sudah terdaftar secara resmi dan merupakan jumlah terbanyak di seluruh Indonesia.
“Matematika, fisika, biologi, dan kimia harus menjadi dasar akademik yang kuat bagi siswa. Sementara itu, kearifan lokal seperti pembuatan noken dan sapu lidi juga akan dikembangkan sebagai keterampilan praktis yang dapat meningkatkan daya saing anak-anak kita,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga mengumumkan rencana pembangunan sekolah rakyat yang akan menjadi tempat belajar bagi anak-anak korban bencana atau yang berasal dari keluarga kurang mampu yang tercatat di Dinas Sosial. Guru honorer yang berkualitas juga akan diberi kesempatan untuk mengikuti tes seleksi untuk mengajar di sekolah rakyat tersebut, dengan seluruh biaya pendidikan dan fasilitas yang ditanggung langsung oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Kepala Sekolah SMPN 2 Okpol menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kunjungan kedua kalinya dari Bupati. “Kami tidak berharap diberikan sesuatu secara materiil, tetapi yang paling berharga adalah pemerintah datang langsung ke lapangan, bermain bersama anak-anak, memberikan semangat serta mendengarkan kendala dan kekurangan yang kami hadapi di sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa kami tidak terlupakan dan masih ada harapan yang besar untuk masa depan pendidikan di wilayah ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kunjungan Bupati telah menjadi momentum yang menghidupkan kembali semangat yang hampir pudar, membangkitkan nilai-nilai lokal yang hampir terputus, serta membuka peluang bagi seluruh warga sekolah untuk melihat harapan yang lebih cerah.
“Kami bukan sekolah pinggiran, melainkan berada di garis depan dan siap mewujudkan yel-yel kami, ‘Kami siswa siswi SMPN 2 OKPOL, yes ya. Huha huha yes ya. Siap kami bisa serta motto kami ‘Yepki Pukon Manepse Bamtan’ yang tidak berarti pesimis, melainkan sebagai dasar pikiran untuk menjadikan sekolah ini berkualitas dan unggulan di Kabupaten Pegunungan Bintang melalui kreasi kearifan lokal yang sesuai dengan visi kepemimpinan Bupati,” jelasnya.

Kepala Sekolah juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang, khususnya di wilayah Okpol, untuk bersama-sama memperhatikan dan mendukung kemajuan pendidikan di daerah ini. “Tanpa kerja sama yang sinergis antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, suatu visi besar tidak akan terwujud dan hanya akan berjalan di tempat,” ucapnya.
Sebagai follow-up dari pencanangan ini, ia menyampaikan pesan khusus kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Bintang agar SMPN 2 Okpol mendapatkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, antara lain laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), fasilitas pembelajaran bahasa, serta laboratorium komputer untuk mendukung implementasi visi sekolah inovasi berbasis budaya dan lingkungan, serta program sekolah literasi. “Sekali lagi kami ingin menegaskan bahwa kami bukan berada di belakang, melainkan sebagai bagian dari masyarakat terdepan Kabupaten Pegunungan Bintang,” tandasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Spei disambut baik oleh parah siswa siswi SMPN II Okpol ,Para guru-guru, dan dikawal, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Hengki Bidana, S.Sos.M.Si, Martinus Kalakmabin, Staf Dinas Pendidikan,Salmon Kasipmabin, S.Pd,(Pemerhati Pendidikan)* (Aquino Ningdana)












