OKSIBIL – Langkah cepat Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang dalam bidang pelayanan kesehatan terus dilakukan pihak RSUD Oksibil. Langkah ini dilakukan sekaligus persiapan akreditasi pada tahun 2027 mendatang.
RSUD Oksibil akhirnya menghadirkan Narasumber dan Instruktur BTCLS dari Lembaga peningkatan kompetensi tenaga Kesehatan (PIKAT) Poltekkes kemenkes Jayapura dan MOU juga telah dilakukan. Adapun yang hadir antara lain;
1. Dr.Lalu Guntur Payasan MHKes sebagai Ketua Pikat dosen di Institusi PIKAT Poltekkes Jayapura.sekaligus ketua Pikat
2. Yamamoto Sasarari,AMK,SKM,M.Kes Instruktur BTCLS dan fasilitator kegawatdaruratan dan Bencana dan bekerja juga sebagai ASN di dinkes provinsi Papua.
3. Melkisedek Nally,S.Kep,Ns sebagai perawat Ahli di RSUD Jayapura
4. Blestina Maryorita,Ns,MSN Sebagai dosen di institusi PIKAT Poltekkes Jayapura
5. Guruh Suprayitno, Ns, M.Kes Sebagai dosen di institusi PIKAT Poltekkes Jayapura
6. Kristiyani Herda Rophi, S.Kep,Ns.,M.Kes Sebagai dosen di institusi PIKAT Poltekkes Jayapura dan sebagai Fasilitator BTCLS
Menurut pihak RSUD, kata Direktur Yarinus Jikwa, RS Oksibil adalah garda terdepan nyawa manusia.
“BTCLS bukan sekadar sertifikat. BTCLS adalah bekal. Bekal agar tangan kita terampil, pikiran kita tenang, dan tim kita solid saat nyawa ada di ujung tanduk. Karena menyelamatkan 1 nyawa = menyelamatkan 1 dunia”, ungkapnya.
Adapun tiga pesan penting :
1. Belajar sungguh-sungguh. Praktekkan. Jangan malu salah di manekin, malu kalau salah di pasien.
2. Kerja Tim. BTCLS ajarkan kita “Code Blue bukan kerja 1 orang”. Saling cover, saling percaya.
3. Jaga Kompetensi. Ilmu BTCLS basi kalau tidak dipakai. Setelah ini, mari jadikan RS oksibil “RS yang siap resusitasi 24 jam”.
“Kami ucapkan terima kasih untuk Panitia, Instruktur, dan semua peserta yang sudah meluangkan waktu untuk hadir langsung di rumah sakit Oksibil yang kita cinta bersama. Saya yakin pelatihan ini akan menguatkan kita semua dalam melayani masyarakat Oksibil dan sekitarnya. Saya nyatakan Pelatihan BTCLS RS Oksibil secara resmi dibuka”. (*)












