WEIME, PEGUNUNGAN BINTANG – Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) terpancar kuat di pedalaman Kabupaten Pegunungan Bintang, tepatnya di Distrik Weime, tiga institusi pendidikan dari jenjang SD, SMP, hingga SMA bersinergi menggelar rangkaian perayaan meriah yang memadukan semangat kompetisi olahraga dengan kearifan lokal, 1 Mei 2026.
Rangkaian kegiatan diinisiasi para Kepala Sekolah dari ketiga jenjang tersebut yang bertujuan mempererat silaturahmi antar-siswa sekaligus memupuk bakat olahraga di wilayah Pegunungan. Kemeriahan diisi dengan turnamen sepak bola putra dan putri, serta bola voli putra dan putri yang diikuti antusias oleh seluruh siswa.
Kepala Sekolah SMP Negeri Weime, Nasman Lepi, S.Pd menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan simbol kekompakan insan pendidikan di Distrik Weime.
“Melalui olahraga, kita tidak hanya merayakan Hardiknas secara seremonial, tetapi juga menanamkan jiwa sportivitas dan kerjasama tim bagi anak-anak didik kita sejak dini,” ujar Nasman di sela-sela kegiatan.
Puncak acara ditutup dengan momen yang sangat berkesan bagi Siswa setempat. Setelah pengumuman pemenang dan pemberian hadiah bagi para juara, seluruh peserta, dan guru berkumpul untuk makan bersama dalam tradisi Bakar Batu.
Tradisi Bakar Batu ini bukan sekadar jamuan makan, melainkan wujud syukur dan simbol perdamaian serta persatuan antara pihak sekolah dengan masyarakat adat di Pegunungan Bintang. Asap dari batu panas yang membakar hasil bumi setempat menjadi saksi kebersamaan yang hangat di tengah sejuknya udara Distrik Weime.

“Pendidikan dan adat tidak bisa dipisahkan di tanah ini. Bakar batu hari ini adalah cara kami mengucap syukur atas perkembangan pendidikan di Weime sekaligus memohon restu leluhur agar anak-anak kami menjadi generasi emas masa depan,” tambah Nasman.
Melalui momentum Hardiknas ini, diharapkan sinergi antara sekolah di Distrik Weime terus terjaga, demi melahirkan generasi muda Kabupaten Pegunungan Bintang yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga kuat secara fisik dan tetap memegang teguh nilai-nilai budaya lokal. (Humas Kominfo)












